Kebohongan Seorang Ibu


Siapa yang harus aku patuhi wahai Rasulullah?”, tanya seorang sahabat.
Rasulullah menjawab, “Ibumu”.
“Siapa lagi wahai Rasulullah?”, ia kembali bertanya.
“Ibumu”.
“Siapa lagi wahai Rasulullah?”
“Ibumu, kemudian ayahmu”.
Firman Allah SWT:
“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya. hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Ankabuut: 8).
Berbuat baik kepada oraangtua, tidaklah dapat menggantikan jasa mereka. Setumpuk permasalahan yang mereka miliki, tertutup rapi dengan torehan senyum di bibir mereka. Tahukah kalian semua? Sadarkan kalian semua bahwa orangtua kita sering berbuat kebohongan kepada kita? Lantas kenapa pula kita hanya diam saja tidak melakukan unjuk rasa atas kebohongan yang mereka lakukan? Eittt, tenang dulu… jangan langsung suudzan kepada mereka okokok…!!!m Mari kita telusuri bersama dan renungkan berbagai tipu daya orangtua di bawah ini. Benarkah ini adalah kebohongan? Ataukan sejenis yang lainnya? Silahkan Open Minded untuk mempersepsikannya!
Ketika ada sepotong daging di rumah, orangtua kita berkata, “Makanlah nak ibu dan ayah tidak suka daging”.
Ketika musim hujan tiba dan hanya ada 1 selimut, “Pakailah nak, kami tidak merasa dingin”.
Ketika kita pulang ke rumah setelah sekolah dan ingin membantu ibu/ayah, “Istirahatlah nak, kau lelah sekolah sedangkan ibu/ayah dari tadi istirahat di rumah”,
Ketika kita sukses dan ingin mengajak ibu di tempat tinggal kita, “Biarkan nak, ibu/ayah sudah terbiasa dengan rumah tua”.
Dari beberapa kebohongan di atas, dapat kita renungkan dan ternyata bagi orangtua bahwa setiap hari adalah hari anak. Saya merasa tidak sepakat akan adanya hari ibu yang ditentukan waktunya, karena ibu pun tidak memilih hari untuk terus ada di setiap langkah kita. Setiap hari adalah hari ibu guys, jasa ibu berjalan beiringan dengan lelehan air mata, kasih sayang ayah menghampiri dengan keringatnya dari hasil bekerja.

0 komentar:

Poskan Komentar