Tema: Masyarakat Proposional Di Era Modern Dengan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi


IPTEK PENUNJANG KEHIDUPAN MASYARAKAT MODERN

A. Latar Belakang
Kedudukan konsep ilmu, teknologi dan kemasyarakatan semakin penting dalam era masyarakat modern yang banyak menimbulkan masalah-masalah kompleks. Kenyataan ini akan semakin dirasakan apabila dalam penjelasannya memberi informasi lebih jauh bahwa pemecahan masalah-masalah tersebut menghendaki adanya kedudukan dari berbagai disiplin ilmu.[1]
Flashback pada masa kejayaan Islam khususnya pada masa Dinasti Abbasiyah, ilmu pengetahuan telah berkembang pesaT. Misalnya dengan didirikannya Baitul Hikmah, perpustakaan di Baghdad. Teknologi merupakan hasil dari ilmu pengetahuan, ini sangat berpengaruh sebagai penunjang kehidupan masyarakat di era modern ini. Sehingga, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari masyarakat.
B. Definisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Definsi Ilmu
Top of Form
Pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo, 1998). Mulyadhi Kartanegara mengatakan, ilmu adalah any organized knowledge. Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda, terutama sebelum abad ke-19, tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik, seperti metafisika.   
Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 di antaranya  adalah:
Ø  Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
Ø  Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak.
Ø  Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
Ø  Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
Ø  Harsojo, menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika .... maka “.
Ø  Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, kategori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.[2]
Definisi Pengetahuan
                  Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense,  tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu.
Definisi Teknologi
Teknologi adalah perangkat yang melekat dalam proses transformasi yang merubah input menjadi output. Komponen teknologi kemudian dapat dilihat atas perangkat fisik (techno-ware), kemampuan orang (human ability) yang juga sering disebut sebagai human-ware, perangkat informasi (info-ware) dan perangkat organisasi dalam melaksanakan proses transformasi tersebut (orga-ware).
Dalam kehidupan manusia, teknologi sudah melekat sehingga perubahan teknologi melalui proses inovasi dan difusi menjadi hal yang sangat menentukan dalam masyarakat. Apakah suatu masyarakat mampu mempertahankan eksistensinya, bahkan mampu bersaing mengungguli masyarakat lainnya akan sangat ditentukan oleh perubahan teknologi, bukan oleh teknologi itu sendiri. Proses inovasi yang paling penting adalah bagaimana merubah invensi menjadi inovasi. Hasil-hasil litbang dan perekayasaan dapat memasuki sistem produksi, sehingga bukan hanya punya nilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai bisnis. Selanjutnya, inovasi saja tidak cukup, persoalan berikut adalah bagaimana menyebarluaskan inovasi sehingga secara penuh diadopsi oleh masyarakat agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hubungan antara teknologi dan masyarakat kemudian dapat dilihat dengan cara melihat peran teknologi dalam kehidupan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat juga berperan dalam memajukan (melakukan perubahan) teknologi. Seperti sebuah ungkapan “memasyarakatkan teknologi” dan “menteknologikan masyarakat”.[3]
C. Masyarakat Modern
Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini. Pada umumnya masyarakat modern tinggal di daerah perkotaan, sehingga disebut masyarakat kota. Namun tidak semua masyarakat kota dapat disebut masyarakat modern, Sebab orang kota tidak memiliki orientasi ke masa kini, misalnya gelandangan.
Ciri-ciri dari masyarakat modern adalah:
Ø  Hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan-kepentingan pribadi.
Ø  Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dengan suasana yang saling mempengaruhi.
Ø  Kepercayaan yang kuat akan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ø  Masyarakatnya tergolong ke dalam macam-macam profesi yang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan.
Ø  Tingkat pendidikan formal pada umumnya tinggi dan merata.
Ø  Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis yang sangat kompleks.
Ø  Ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkan atas penggunaan uang dan alat-alat pembayaran lain.[4]
D. Dampak Positif dan Negatif IPTEK bagi Masyarakat
Secara definitif, ilmu adalah pengetahuan yang membantu manusia dalam mencapai tujuan hidupnya. Maka, patutlah dikatakan, bahwa peradaban manusia sangat bergantung kepada ilmu dan teknologi. Berkat kemajuan dalam bidang ini,  pemenuhan kebutuhan manusia bisa dilakukan secara lebih cepat dan lebih mudah.[5] Secara lebih spesifik, Eugene Staley menegaskan bahwa teknologi adalah sebuah metode sistematis untuk mencapai setiap tujuan insani. [6]
Pada tahap selanjutnya, seiring dengan perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan turunannya yang berbentuk teknologi ini, meluas bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan manusia secara sempit. Pemanfaatan teknologi meluas pada upaya penghapusan kemiskinan, penghapusan jam kerja yang berlebihan, penciptaan kesempatan untuk hidup lebih lama dengan perbaikan kualitas kesehatan manusia, membantu upaya-upaya pengurangan kejahatan, peningkatan kualitas pendidikan, dan sebagainya.
Bahkan secara lebih komprehensif, ilmu pengetahuan dan teknologi juga dimanfaatkan pemerintah dalam menunjang pembangunannya. Misalnya dalam perencanaan dan programming pembangunan, organisasi pemerintah dan administrasi negara untuk pembangunan sumber-sumber insani, dan teknik pembangunan dalam sektor pertanian, industri, dan kesehatan.
Puncaknya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan saja membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Adapun di bawah ini adalah dampak positif dan negatif dari ilmu pengetahuan dan teknologi.
Bidang Informasi dan komunikasi
Dampak positifnya adalah:
Ø  Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui  internet.
Ø  Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
Ø  Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah, dll.
Dampak negatifnya adalah:
Ø  Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris.
Ø  Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalahgunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu.
Ø  Kerahasiaan alat tes semakin terancam melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
Ø  Kecemasan teknologi. Kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modem internet karena disambar petir.
Bidang Ekonomi dan Industri
Dampak positifnya  adalah :
Ø  Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
Ø  Terjadinya industrialisasi.
Ø  Produktivitas dunia industri semakin meningkat.
Ø  Kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi dan reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah menunjukkan bahwa akan segera muncul teknologi bisnis yang memungkinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
Ø  Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibatnya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentransformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
Ø  Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi..
Dampak negatifnya adalah:
Ø  Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
Ø  Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”. 
Bidang Sosial dan Budaya
Dampak positifnya adalah:
Ø  Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
Ø  Meningkatnya rasa percaya diri. Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri  sebagai suatu  bangsa  akan  semakin  kokoh.  Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
Ø  Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Dampak negatifnya:
Ø  Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
Ø  Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong-royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
Ø  Pola interaksi antar manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
Bidang Pendidikan
Dampak positifnya adalah:
Ø  Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
Ø  Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
Ø  Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.
Dampak negatifnya adalah:
Ø  Kerahasiaan alat tes semakin terancam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.
Ø  Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal. Kita tahu bahwa kemajuan di bidang pendidikan juga mencetak generasi yang berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contohnya dengan ilmu komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbank-kan dan lain-lain.  
Bidang Politik
Ø  Timbulnya kelas menengah baru. Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
Ø  Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
Ø  Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.  
F. Critical Review
            Dari pembahasan makalah di atas, dapat ditarik headline-nya, bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memiliki ruang peran di lingkungan masyarakat modern saat ini. Misalnya dampak positif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini adalah akan semakin mempermudah pekerjaan seperti. Namun di samping itu, ada juga dampak positifnya seperti dekadensi moral pada remaja karena terlalu berlebihan dalam berinteraksi dengan dunia maya, yang terkadang memuat situs-situs amoral.
            IPTEK memang telah berkembang, masyarakat pun kini telah memiliki pola fikir dan pola sikap yang modern. Namun, kekurangannya adalah korelasi antara kehidupan masyarakat modern saat ini dengan berkembangnya IPTEK tidak menjadi acuan pada masyarakat tersebut berubah ke arah yang, malah justru sebaliknya akan lebih buruk jika terjadi penyalahgunaan dalam penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi tersebut.
            Selain itu, munculnya rasa percaya diri yang sangat tinggi dari masyarakat karena pembekalan ilmu pengetahun dan teknologi, meskipun itu dinilai kurang matang. Membuat mereka tertarik akan melakukan urbanisasi yakni perpindahan masyarakat desa ke kota. Karena pembekalan IPTEK yang kurang tadi, mereka tidak dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan di kota, akhirnya mereka mengisi perumahan-perumahan kumuh karena mereka tidak dapat bertahan hidup dengan suasana kota yang keras. Sehingga, banyak sekali pengangguran merajalela dan lahirnya pekerjaan-pekerjaan baru, seperti mengemis adalah mata pencaharian, mengamen, mencuri, dan lain sebagainya dijadikan sebagai lahan penghidupan.












[2] http://monaliasakwati.blogspot.com/2011/03/definisi-ilmu-pengetahuan.html
[4] Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers
[5] Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003), hlm. 229 dan 254.
[6] Siti Irene Astuti, Ilmu Sosial Dasar (Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2001), hlm. 142.

0 komentar:

Poskan Komentar