Belajar dari Planet: Pembagian Rizki


Di dalam Asmaul-Husna ada “Ar-Razaq” yakni Maha Pemberi Rizki. Bahwa Allah SWT memberikan limpahan rizki untuk seluruh umat manusia. Berbicara tentang rizki, ada 4 hal yang tercakup, di antaranya adalah sebagai berikut.
1.        Rizki yang dipastikan (untuk seluruh penduduk bumi).
Artinya: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah lah yang akan memberi rezekinya." (Q.S. Huud: 6).
2.        Rizki yang digantungkan.
Artinya: “...sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri….” (Q.S. Ar-Ra’du: 11).
Rizki yang digantungkan di sini adalah tergantung kita mau menjemput rizki kita atau tidak. Jika mau maka kita harus merubah keadaan kita untuk menjadi pribadi yang sukses dari segi moril dan materil. Sukses itu bukan turunan. Ingat presiden Indonesia ke-2? Siapakah orang tuanya? Apa latar belakangnya? Silahkan jawab masing-masing.
3.        Rizki yang dijanjikan.
Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Q.S. Ibrahim: 7).
Allah menjanjikan bagi hamba-hamba-Nya yang bersyukur, senantiasa akan ditambah nikmatnya. Namun jika sebaliknya maka Allah pun akan melimpahkan azab kepada hamba tersebut.
4.        Rizki yang tidak disangka-sangka.
Artinya: “…barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya….” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3).
           
Tidak akan tertukar rizki seseorang dengan orang lain, masing-masing ada bagiannya. Seperti halnya luar angkasa yang memiliki lintasannya masing-masing. Ini patut kita jadikan ibrah, planet-planet yang berputar tidak saling senggol, tidak saling mendahului. Mereka telah ditetapkan tempatnya masing-masing, tidak berlomba untuk berputar lebih awal atau lebih akhir dalam mengitari matahari. Lantas bagaimana dengan manusia? Manusia itu terkadang serakah. Mengambil jalur orang lain. Rizki yang haram pun dihalalkan demi sesuap nasi. Harta telah melimpah pun masih tetap ingin ditambah. Padahal harta tidak akan dibawa untuk jalan-jalan dengan Malak Munkar-Nakir di alam barzah.

1 komentar:

Zanany Khaliefah mengatakan...

Cumungutdzzz

Poskan Komentar