Manusia Prspektif Imam Ghazali


Tipe Manusia Dari Sudut Pandang Imam Ghazali
Kita hari ini adalah refleksi dari kita yang kemarin. Kita yang akan datang adalah refleksi dari kita yang saat ini. Demikianlah kehidupan manusia, semua akan terjadi proses sebab akibat atau kausalitas. Manusia dituntut untuk terus berkreasi, berinovasi di era yang penuh pembaruan dan persaingan ini. Pun harus memiliki targetan hidup dalam menyelami sepak terjang kehidupan.
Segala macam cara ditempuh untuk sesuap nasi. Bahkan, mengemis pun dijadikan profesi. Ironi sekali melihat potret buram yang terjadi di negeri ini. Adalah mereka yang tidak mendapatkan kesempatan baik seperti kebanyakan orang yang menikmati pekerjaannya.
Padahal, manusia telah diberikan berbagai potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Justru, di sini manusia dituntut untuk berusaha dalam mengolah potensi yang dilimpahkan kepadanya oleh Dzat Yang Maha Pemurah. Namun, memang manusia terkadang tidak sadar akan kemampuan yang melekat dalam jiwanya. Hal ini seperti yang dirangkum oleh Imam Al-Ghazali di dalam Ihya ‘Ulum Ad-Din, bahwa tipe manusia dibagi menjadi 4 jenis.
Pertama, orang yang tahu bahwa dirinya tahu, maka ikutilah. Adalah orang yang sadar akan kemampuan ataupun potensi yang ia miliki maka ikutilah ia karena sesungguhnya orang yang berilmu akan selalu memberikan manfaat kepada orang lain.
Kedua, orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu, maka bimbinglah. Adalah orang yang sadar akan kekurangan dirinya. Tipe orang seperti ini harus dibimbing agar tidak salah jalan.
Ketiga, orang yang tidak tahu bahwa dirinya tahu, maka sadarkanlah. Adalah orang yang tidak sadar akan kelebihan dirinya. Tipe ini harus disadarkan, karena ia merupakan aset pembaharu dan agent of change.
Keempat, dan ini adalah terakhir, yakni orang yang tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, maka jauhilah. Adalah orang yang tidak sadar akan kekurangan dirinya. Ia merasa paling benar, paling cerdas, padahal seperti tong kosong nyaring bunyinya. Na’udzubillah min dzalik.
Dari uraian keempat tipe manusia di atas, menunjukkan tingkat keselektifan kita dalam berinteraksi sosial. Juga bersyukur atas limpahan karunia Allah SWT, dengan memanfaatkan potensi dalam diri kita sebaik mungkin dan tidak hanya untuk kepentingan pribadi melainkan juga untuk kepentingan sosial.

0 komentar:

Poskan Komentar